Kamis, 05 September 2019

FTP Server

1.   Konsep Protokol Pengiriman File (FTP)  
Protokol pengiriman file atau biasa disebut FTP, File Transfer Protocol, adalah sebuah protokol klien-server yang memungkinkan seorang pemakai untuk mengirim atau menerima file dari dan ke sebuah tempat/mesin dalam jaringan. Ia bekerja menurut aturan transport TCP dan sangat banyak digunakan dalam jaringan internet. Meskipun demikian juga dapat digunakan pada jaringan lokal, LAN. 
Standar yang mendefinisikan FTP mendekripsikan bahwa semua operasi yang menggunakan sebuah alat operasi sederhana yang disebut model FTP. Model FTP mendefinisikan tugas-tugas dari peralatan yang berpartisipasi dalam sebuah perpindahan file, dan dua kanal komunikasi yang terbentuk diantaranya. Serta komponen-komponen FTP yang mengatur kedua kanal dan definisi terminologi yang digunakan untuk komponen-komponen tersebut.  
Karena termasuk sebagai protokol klien-server, klien FTP disebut sebagai user, hal ini karena para pengguna FTP menjalankan FTP melalui sebuah mesin klien. Serangkaian operasi perangkat lunak FTP dalam sebuah mesin disebut sebagai proses. Perangkat lunak FTP yang berjalan dalam sebuah server disebut proses server FTP sedangkan yang berjalan di klien disebut proses klien FTP.
2.   Kontrol koneksi FTP dan koneksi data  
Konsep kritis dalam memahami FTP adalah bahwa seperti kebanyakan protokol lain yang menggunakan protokol transport TCP, ia tidak hanya menggunakan satu koneksi TCP melainkan menggunakan dua koneksi. Model FTP dirancang memerlukan dua kanal logik komunikasi antara proses server dan klien FTP: 
a.   Kontrol koneksi, Ini merupakan koneksi logikal TCP yang dibuat ketika sebuah sesi FTP diadakan. Ia memelihara throughput selama sesi FTP dan digunakan hanya untuk melakukan pertukaran informasi control, seperti perintah FTP dan jawabannya. Ia tidak digunakan untuk mengirim file-file. 
b.   Koneksi data, Setiap saat ketika data dikirimkan dari server ke klien atau sebaliknya, sebuah koneksi data TCP nyata dibangun di antara mereka. Data dikirimkan melalui koneksi data tersebut. Saat pengiriman file selesai, koneksi data ini dihentikan.  
Alasan untuk menggunakan kanal-kanal yang berbeda ini adalah agar didapatkan keleluasaan bagaimana protokol FTP ini digunakan.  Karena fungsi kontrol dan data dikomunikasikan melalui kanal yang berbeda, model FTP membagi perangkat lunak pada tiap peralatan menjadi dua komponen logikal protokol yang bertugas untuk masing-masing kanal. Protocol interpreter (PI) adalah bagian dari perangkat lunak yang mengatur koneksi berkaitan dengan pengiriman dan penerimaan perintah berikut jawabannya. Data transfer process (DTP) bertanggung jawab terhadap pengiriman dan penerimaan data antara klien dan server. Sebagai tambahan pada dua elemen di atas, pada proses FTP user ditambahkan komponen ketiga yakni antar muka user untuk berinteraksi dengan user FTP sebagai manusia, ia tidak ditambahkan pada sisi server. Sehingga terdapat dua komponen proses FTP server dan tiga komponen proses FTP user pada keseluruhan proses FTP. Untuk lebih jelas perhatikan gambar …. beserta penjelasan fungsi masing-masing elemen berikut ini.


 3. Komponen-komponen proses FTP dan terminologi  
  a.   Komponen-komponen proses FTP server 
Proses FTP server terdiri dari dua elemen protokol: 
1)    Server Protocol Interpreter (Server-PI): Juru bahasa/penghubung protocol yang bertanggung jawab untuk mengatur control koneksi pada server. Ia mendengarkan pada port khusus untuk FTP (port 21) untuk permintaan sambungan FTP yang masuk dari user (klien). Saat sebuah sambungan terjadi, ia menerima perintah dari User-PI, mengirim jawaban kembali dan mengelola proses transfer data server. 
2)    Server Data Transfer Process (Server-DTP): DTP pada sisi server digunakan untuk mengirim atau menerima data dari atau ke User-DTP (biasanya port 20). Server-DTP mungkin tidak hanya membangun sebuah koneksi data atau mendengarkan suatu koneksi data yang dating dari user. Ia juga berinteraksi dengan file system server local untuk menulis dan membaca file-file. 

  b.   Komponen-komponen proses FTP user
Proses FTP user terdiri dari tiga elemen protokol: 
1)    User Protocol Interpreter (User-PI): Juru bahasa/penghubung protokol yang bertanggung jawab untuk mengatur kontrol koneksi pada klien. Ia menginisiasi sesi FTP dengan mengirimkan permintaan ke Server-PI. Saat sebuah sambungan terjadi, ia memroses perintah dari User-PI, mengirimkannya ke Server-PI dan menerima jawaban-jawaban kembali‟ Ia juga mengelola proses transfer data user. 
2)    User Data Transfer Process (User-DTP): DTP pada sisi user digunakan untuk mengirim atau menerima data dari atau ke Server-DTP. User-DTP mungkin tidak hanya membangun sebuah koneksi data atau mendengarkan suatu koneksi data yang dating dari server. Ia juga berinteraksi dengan file system komponen-komponen local klien. 
3)    User Interface: Antar muka user menyediakan antar muka FTP yang lebih “friendly” untuk pengguna manusia. Ia memungkinkan penggunaan perintah fungsi FTP yang berorientasi pada pengguna ketimbang perintah internal FTP kriptik, dan juga memungkinkan untuk menyampaikan pada pengguna hasil dan informasi sesi FTP yang dilakukannya.  
4.   Menguji Konfigurasi FTP Server
FTP merupakan protokol standar dengan STD 9, dijelaskan pada RFC 959 – File Transfer Protocol (FTP) dan diupdate dengan RFC 2228 – FTP security extension. FTP dapat melakukan duplikat file secara dua arah dari komputer yang satu ke komputer lainnya atau sebaliknya. Client dapat mengirim file menuju server atau dapat meminta suatu file dari server. Untuk mengakses file di server, client diharuskan untuk mengidentifikasikan dirinya terlebih dahulu, kemudian server akan melakukan proses authentikasi untuk user atau pengguna tersebut.
FTP menggunakan koneksi berbasis connection-oriented, sehingga dari kedua sisi harus memiliki koneksi TCP/IP. FTP menggunakan TCP sebagai protokol transport. FTP server menerima koneksi pada port 21 dan 20. FTP server menggunakan dua port yang berbeda, satu digunakan untuk login dan memasukan perintah. Port lainnya digunakan untuk transfer File. Pada kedua sisi jaringan, aplikasi FTP dilengkapi dengan protocol interpreter (PI), data transfer protocol (DTP), dan tampilan antar muka. Sehingga prinsip kerja protokol FTP adalah sebagai user interface melakukan perintah melalui PI dan dilanjutkan ke sisi server. Untuk melakukan transfer file PI memberikan perintah pada DTP untuk mengirimkan file.
5.   Konfigurasi FTP Server
Ubuntu menggunakan vsftpd ( Very Secure ftpd ) untuk keperluan FTP server. vsftpd merupakan paket aplikasi yang bersifat free sehingga dapat didownload secara cuma-cuma. Untuk melihat apakah paket tersebut benarbenar telah terinstalasi ceklah dengan perintah : a. Instalasi vsftp
# apt-get install vsftpd
b.   Untuk mengontrol vsftpd, cukup gunakan perintah sebagai berikut :
# /etc/init.d/vsftpd start  
# /etc/init.d/ vsftpd stop  # /etc/init.d/vsftpd restart vsftpd berisi beberapa buah file yang diantaranya bernama vsftpd. File ini merupakan file yang digunakan untuk mengaktifkan FTP server. vsftpd akan residen di memori selama server berjalan dan melayani client-client yang meminta layanan ftp. Dalam istilah teknis program-program yang bekerja dengan cara seperti ini disebut sebagai daemon.
c.   Buka file konfigurasi VSFTPD default yang terdapat di /etc/vsftpd.conf dengan menggunakan perintah : sudo nano /etc/vsftpd.conf
d.   Disable anonymous untuk mencegah anonymous user berhasil login
anonymous_enable=NO

Untuk mempermudah pencarian, gunakan CTRL+W dan masukan barisan kata atau kalimat konfigurasi yang dinginkan. 
e.   Selanjutnya mengaktifkan (enable) login user yang menggunakan file otentikasi lokal dengan menghilangkan tanda pagar sebelum :
local_enable=YES
f.    Agar user dapat melakukan modifikasi file system, perlu menghilangkan tanda pagar sebelum :
write_enable=YES
  


6. Menguji konfigurasi securing FTP 

FTP sebenarnya cara yang tidak aman dalam mentransfer suatu file karena file dikirimkan  Servertanpa di-enkripsi terlebih dahulu tetapi melalui clear text. Mode text yang dipakai untuk transfer data adalah format ASCII atau format binary. Secara default, FTP menggunakan mode ASCII dalam transfer data. Karena pengirimannya tanpa enkripsi, username, password, data yang di transfer, maupun perintah yang dikirim dapat di sniffing oleh orang dengan menggunakan protocol analyzer (sniffer). Solusi yang digunakan adalah dengan menggunakan SFTP (SSH FTP) yaitu FTP yang berbasis pada SSH atau menggunakan FTPS (FTP over SSL) sehingga data yang dikirim terlebih dahulu di enkripsi.

Konfigurasi Securing FTP: 
a. Installasi Openssh ubuntu@linux:~$ sudo apt-get install openssh-server 
b. Buat group baru ftpaccess untuk user FTP ubuntu@linux:~$ sudo groupadd ftpaccess 
c. Konfigurasi /etc/ssh/sshd_config
Temukan Subsystem sftp /usr/lib/openssh/sftp-server  Dan
tambahkan kata berikut di akhir : 
Subsystem sftp internal-sftp 
Match group ftpaccess 
ChrootDirectory %h 
X11Forwarding no 
AllowTcpForwarding no 
ForceCommand internal-sftp 

d. Restart sshd service ubuntu@linux:~$ sudo service ssh restart 

Selanjutnya merupakan langkah untuk membuat users yang akan akses sftp e. Buat user
smk dengan group ftpaccess dan ubuntu@linux:~$ sudo useradd -m smk -g ftpaccess -s
/usr/sbin/nologin  ubuntu@linux:~$ sudo passwd smk 

f. Ganti kepemilikan dari home direktori ubuntu@linux:~$ sudo chown root /home/smk 

g. Buat folder di dalam direktori home untuk mengganti kepemilikan dari folder tersebut

ubuntu@linux:~$ sudo mkdir /home/smk/www ubuntu@linux:~$ sudo chown
john:ftpaccess /home/smk/www
Sekarang cobalah untuk menghubungkan server menggunakan SFTP (port : 22 ) dan
pastikan Pengguna dapat meng-upload file ke direktori www dan tidak dapat mengakses
folder lain di luar direktori home.

FTP sebenarnya cara yang tidak aman dalam mentransfer suatu file karena file dikirimkan tanpa di-enkripsi terlebih dahulu tetapi melalui clear text. Mode text yang dipakai untuk transfer data adalah format ASCII atau format binary. Secara default, FTP menggunakan mode ASCII dalam transfer data. Karena pengirimannya tanpa enkripsi, username, password, data yang di transfer, maupun perintah yang dikirim dapat di sniffing oleh orang dengan menggunakan protocol analyzer (sniffer). Solusi yang digunakan adalah dengan menggunakan SFTP (SSH FTP) yaitu FTP yang berbasis pada SSH atau menggunakan FTPS (FTP over SSL) sehingga data yang dikirim terlebih dahulu di enkripsi.Konfigurasi Securing FTP: 

a. Installasi Openssh ubuntu@linux:~$ sudo apt-get install openssh-server 
b. Buat group baru ftpaccess untuk user FTP ubuntu@linux:~$ sudo groupadd ftpaccess 
c. Konfigurasi /etc/ssh/sshd_config
    Temukan Subsystem sftp /usr/lib/openssh/sftp-server  Dan tambahkan kata berikut di akhir :  
Subsystem sftp internal-sftp 
Match group ftpaccess 
ChrootDirectory %h 
X11Forwarding no 
AllowTcpForwarding no 
ForceCommand internal-sftp 

d. Restart sshd service ubuntu@linux:~$ sudo service ssh restar

Selanjutnya merupakan langkah untuk membuat users yang akan akses sftp e. Buat user
smk dengan group ftpaccess dan ubuntu@linux:~$ sudo useradd -m smk -g ftpaccess -s
/usr/sbin/nologin  ubuntu@linux:~$ sudo passwd smk 

f.Ganti kepemilikan dari home direktori ubuntu@linux:~$ sudo chown root /home/smk 

g. Buat folder di dalam direktori home untuk mengganti kepemilikan dari folder tersebut

ubuntu@linux:~$ sudo mkdir /home/smk/www ubuntu@linux:~$ sudo chown
john:ftpaccess /home/smk/www 
Sekarang cobalah untuk menghubungkan server menggunakan SFTP (port : 22 ) dan pastikan Pengguna dapat meng-upload file ke direktori www dan tidak dapat mengakses folder lain di luar direktori home

7. Aplikasi Penggunaan Protokol FTP  

Seperti halnya sebagian besar hubungan klien-server lainnya, mesin klien membuka koneksi ke server pada port tertentu dan server kemudian merespon klien pada port tersebut. Ketika sebuah klien FTP terhubung ke server FTP membuka koneksi ke port kontrol FTP 21. Kemudian klien memberitahu server FTP apakah akan membangun koneksi aktif atau pasif. Jenis koneksi yang dipilih oleh klien menentukan bagaimana server merespon dan transaksi port akan terjadi.
1)  Koneksi aktif  


2) Ketika sambungan aktif dijalankan, klien dari port tinggi mengirim permintaan ke port 21 pada server.  Kemudian server membuka sambungan data ke klien dari port 20 ke range port tinggi pada mesin klien. Semua data yang diminta dari server kemudian dilewatkan melalui koneksi ini.
 





    Ketika sambungan pasif (PASV) dijalankan, klien dari port tinggi mengirim ke port 21 pada server, klien meminta server FTP untuk membentuk koneksi port pasif, yang dapat dilaksanakan pada port yang lebih tinggi dari 10.000. Server kemudian mengikat ke port nomor tinggi untuk sesi khusus ini dan menyerahkan nomor port kembali ke klien. Klien kemudian membuka port baru yang telah disetujui untuk koneksi data. Setiap data meminta klien untuk membuat hasil dalam koneksi data terpisah. Kebanyakan klien FTP modern mencoba untuk membuat sambungan pasif ketika meminta data dari server.   

3) Pada sisi User 



    FTP merupakan cara paling umum untuk melakukan proses pemindahan file-file dari sebuah FTP server ke komputer pengguna, misalnya untuk mengunduh file dokumen, gambar, program maupun file-file image DVD installer Linux. Juga dapat melakukan pemindahan file-file dari komputer pengguna ke server misalnya untuk keperluan hosting web pengguna. 

   Jika hanya memerlukan untuk mengunduh file-file dari situs internet dapat pula dilakukan dengan menggunakan aplikasi browser sebagai antar muka pengguna. Aplikasi penggunaan protokol FTP di sisi user/pengguna dilakukan dengan menggunakan antar muka pengguna FTP klien untuk dapat memindah sejumlah file yang besar atau folder dengan lebih mudah dan efisien.

    Sistem operasi yang saat ini banyak digunakan biasanya sudah dilengkapi dengan aplikasi FTP clent yang berbasis teks. Seperti ditunjukkan pada Gambar  di bawah ini adalah aplikasi FTP clent berbasis teks command DOS pada system operasi Windows. 



Perintah untuk memulai aplikasi FTP klien adalah dengan mengetik C:> ftp maka prompt akan berubah menjadi ftp> jika ingin menghubungi server 192.168.0.2 dilakukan dengan mengetikkan ftp>open 192.168.0.2. Sebelum terjadi koneksi kita akan diminta menuliskan username dan password, sebagai user kebanyakan maka kita isikan username User <192.168.0.2:<none>>: anonymous kemudian Password: bambang@gmail.com (alamat email dan tidak terbaca waktu diketikkan). Jika berhasil maka server akan menjawab 230 Logged on lalu muncul prompt ftp> berarti saat itu kita sudah terkoneksi dengan Server FTP 192.168.0.2. Selanjutnya kita bisa melakukan aplikasi kirim terima file. Langkah memulai aplikasi FTP klien pada DOS (gambar 3) sama dengan yang dapat dilakukan pada terminal UNIX/Linux. 
Terdapat banyak sekali aplikasi antar muka dari pihak ketiga (3rd party software) FTP klien tidak berbayar yang dapat diunduh dari situs-situs internet yang dapat diinstal pada system operasi komputer. Salah satunya adalah Filezilla yang mampu berjalan di atas system operasi Windows, Linux maupun Mac berbasis grafis dan dapat diunduh dari URL http://filezilla-project.org/ download.php. Antar muka FTP klien yang lain misalnya: WinFTP, FireFTP, FTPExplorer, CyberDuck, CuteFTP, dan masih banyak lagi yang gratis maupun berbayar.Pada kebanyakan aplikasi antar muka FTP klien ditampilkan dengan bentuk grafis dan menampilkan proses koneksi data, direktori server FTP dan direktori komputer lokal


Pada saat akan dimulai proses koneksi pengguna diwajibkan untuk masuk menggunakan username, untuk pengguna umum biasanya masuk dengan anonymous, lalu harus mengisikan password, biasanya berupa alamat email. Hal tersebut merupakan proses yang terjadi pada kanal port 21 kontrol koneksi aplikasi FTP. Setelah tersambung, baru dapat melakukan koneksi data, yakni proses kirim terima data pada kanal port yang lain. Karena proses kerja protokol FTP menggunakan dua kanal/port TCP.  

4) Pada sisi Server  
FTP server adalah suatu server yang menjalankan piranti lunak/software yang berfungsi untuk memberikan layanan tukar menukar file sehingga server tersebut selalu siap memberikan layanan FTP apabila mendapat permintaan (request) dari FTP klien. Port standar yang digunakan oleh Server FTP adalah 21. Ketika user mencoba untuk log in, server FTP menggunakan standar system panggilan untuk memeriksa username dan password dengan membandingkan yang ada pada file password system. Jika berhasil login dengan benar user diberi akses untuk masuk ke Server FTP, maka user/klien dapat men-mengunduh, mengunggah, mengganti nama file, menghapus file, dll sesuai dengan ijin/ permission yang diberikan oleh FTP server.  

Tujuan dari FTP server adalah sebagai berikut :  
a)Untuk tujuan sharing data, menyediakan indirect atau implicit remote computer  
b)Untuk menyediakan tempat penyimpanan bagi user  
c)Untuk menyediakan transfer data yang reliable dan efisien  

Berbeda dengan antar muka FTP klien yang telah disediakan oleh system operasi kebanyakan dewasa ini, piranti lunak Server FTP harus diinstal dan dikonfigurasi sendiri. Kebanyakan piranti lunak Server FTP bisa didapatkan dengan gratis, mereka biasanya dibuat khusus untuk masingmasing platform system operasi. Demikian juga platform windows, system operasi tidak menyertakan aplikasi Server FTP di dalamnya, kita bisa mengaplikasikan server FTP di windows server dengan menginstal melalui menu Add Remove Program, Application Server, IIS (Internet Information Services) pada pilihan FTP Services. Sistem windows server akan menggunakan CD/DVD installer untuk melakukan instalasi server FTP hingga selesai dan server FTP siap untuk digunakan. 

Piranti lunak aplikasi FTP server dari pihak ke-3 seperti Filezilla Server yang berbasis grafis juga dapat dinstal dan dioperasikan pada platform windows seperti gambar di bawah ini. 
 



 Untuk platform SO Linux/UNIX server FTP standar / tradisional sudah disertakan di dalamnya yakni dapat dieksekusi melalui inetd (daemon superserver internet).

Kamis, 08 Agustus 2019

Mengkonfigurasi Share Hosting

Pada dasarnya Hosting CPanel tidak dapat digunakan untuk menjalankan program NodeJS secara default, tetapi pada postingan ini KangAnwar akan share tutorial bagaimana cara agar hosting CPanel kita dapat menjalankan script NodeJS

Persyaratan

  • Akses SSH pada hosting CPanel
    Pastikan kita sudah memiliki akses ssh pada hosting yang akan kita gunakan untuk menjalankan script NodeJS, tetapi jika teman-teman merasa kesulitan untuk mendapatkan hosting CPanel dengan akses ssh, KangAnwar akan membantu teman-teman untuk mendapatkan hosting CPanel dengan akses ssh khusus.
  • Script/Project NodeJS
    Script/Project NodeJS ini yang akan kita jalankan pada server hosting CPanel kita, Tetapi jika teman-teman belum memiliki Script/Project NodeJS, jangan khawatir karena kita masih dapat mengikuti tutorial ini.

Langkah-langkah :

Pertama, Login Akun hosting melalui SSH
lalu, Pada layar Comand, ketik perintah untuk mendownload aplikasi NodeJS:
cd ~
wget https://nodejs.org/dist/v8.9.4/node-v8.9.4-linux-x64.tar.gz
Ekstrak file NodeJS, ketik perintah berikut :
tar xvf node-v8.9.4-linux-x64.tar.gz
Ubah nama folder node-v8.9.4-linux-x64 dengan nama nodejs :
mv node-v8.9.4-linux-x64 nodejs
Untuk menginstal node dan NPM, ketik perintah berikut:
mkdir ~/bin
cp nodejs/bin/node ~/bin
cd ~/bin
ln -s ../nodejs/lib/node_modules/npm/bin/npm-cli.js npm
Perintah dibawah ini untuk memastikan bahwa node dan npm anda sudah terinstall
node --version
npm --version
Setelah NodeJS dipastikan terinstal, dengan memunculkan versi Node dan NPM menggunakan perintah diatas.
selanjutnya Langkah ke-2 kita akanMenjalankan Script/Project NodeJS,
sebagai sample kita akan menggunakan Framework Express,
sebelum menjalankan Script/Project NodeJS,  pastikan kita sudah men-set port khusus pada Script/Project NodeJS (pada Express Framework ini saya menggunakan port 35555)
Buat folder project, ketik perintah berikut :
cd ~
mkdir nodeproject
cd nodeproject
Membuat Script/Project NodeJS, ketik perintah berikut :
npm init
npm install express –save
Buat file index.js, ketik perintah berikut :
nano index.js
lalu isikan baris berikut :
1
2
3
4
5
let express = require('express');
let app = express();
app.get('/', (req, res) => res.send('Hello World with ExpressJS'));
app.listen(35555, () => console.log('Example app, on port 35555!'));
setelah selesai, tekan ctrl+x, lalu ketik y, kemudian Enter
Jalankan Script/Project NodeJS, ketik perintah berikut :
npm index.js
pada Langkah ke-3 yaitu Integrasi Node.js dengan Webserver
tahap ini kita akan menghubungkan Webserver dengan aplikasi NodeJS, sehingga ketika kita menggunakan web browser dengan mengkases alamat url website, maka akan langsung terhubung dengan aplikasi NodeJS Express yang sudah kita setup sebelumnya.
Dalam editor teks, tambahkan baris berikut pada file .htaccess berada dalam folder /home/<username>/public_html dimana <username> mewakili nama pengguna akun Anda,
jika anda ingin menggunakan sub-domain/sub-folder untuk custom akses url, buat file .htaccess pada folder tersebut
RewriteEngine On
RewriteRule ^$ http://127.0.0.1:XXXXX/ [P,L]
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-f
RewriteRule ^(.*)$ http://127.0.0.1:XXXXX/$1 [P,
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-d
Pengertian Shared Hosting

Apa Itu Shared Hosting?. Shared hosting merupakan salah satu pilihan popular terutama bagi situs-situs yang baru, pada dasarnya jenis hosting ini bekerja untuk memberikan sumber daya server yang nantinya akan digunakan oleh beberapa situs web yang memiliki layanan sama. Penjelasan lebih luasnya lagi adalah bahwa shared hosting ini memberi layanan dengan account hosting yang diletakan bersama-sama beberapa account lainnya didalam satu server yang sama sehingga dalam kinerjanya akan memakai servis bersama.
Ketika seseorang telah memutuskan untuk membuat sebuah situs website maka hal pertama yang harus dilakukan untuk mengelolanya adalah dengan memilih tempat siapa dan mana yang akan dijadikan sebagai penyedia layanan hosting sebuah situs website. Langkah selanjutnya setelah memeutuskan tempat maka pengguna diminta untuk memilih paket hosting yang tersedia pada layanan hosting, pada umunya ada 5 yaitu shared hosting, VPS, cloud hosting, wordpress hosting dan dedicated server hosting.

Kelebihan dan Kekurangan dari Shared Hosting

Dalam penggunaan layanan hosting pasti memiliki kelebihan dan kekurangan di masing-masing jenis hosting yang tersedia, untuk simak beberapa penjelasan mengenai kelebihan dan kekurangan dari shared hosting berikut ini.

Kelebihan Shared Hosting

  • Biaya Murah

Dibandingkan dengan jenis hosting yang lain, shared hosting merupakan pilihan yang paling murah karena pada setiap server pengguna akan berbagi ruang serta sumber daya dengan yang lainnya. Sebagai contoh shared hosting adalah perumpaan ketika seseorang menyewa sebuah kontrakan atau apartemen yang akan digunakan bersama-sama agar lebih menghemat uang karena biaya akan ditanggung bersama-sama.
Pada umunya pengelolaan shared hosting pasti sepenuhnya dipegang oleh penyedia layanan hosting tersebut, oleh karena itu pengguna tidak perlu khawatir lagi mengenai apa pun yang berkaitan dengan kinerja layanan hosting dan hanya melakukan pengelolaan terhadap situsnya. Dengan hanya memfokuskan pada pengelolaan saja maka pengguna akan lebih menghemat waktu karena tidak perlu repot lagi untuk mengurusi kinerja server dan juga menghemat biaya.
  • Penggunaan Mudah

Didalam layanan shared hosting pengguna akan dimudahkan karena nanti semua operasional server akan diambil ahli oleh penyedia layanan sehingga bagi para pemula yang tidak memiliki pemahaman mengenai pemograman masih tetap bisa untuk mengelola situs web atau blognya. Namun saat nanti web atau blog pengguna layanan shared hosting sudah mempunyai jangkauan yang luas dan pengunjung yang luar biasa banyaknya, maka perlu untuk mengganti layanan hosting ke VPS atau dedicated web server.
Alasannya adalah karena kembali lagi menyesuaikan pada kebutuhan dimana untuk web yang sudah besar dan memiliki banyak pengunjung lebih cocok dengan layanan hosting yang lainnya, jika pengguna masih menggunakan shared hosting maka situsnya akan berdampak pada situs lainnya didalam server yang sama dan pengaruhnya bisa membuat error atau down time. Selanjutnya jika pengguna sudah mengganti layanan hosting maka harus belajar pengetahuan mengenai pemograman.
  • Administrasi dan Pemeliharaan Server Mudah

Sesuai dengan penjelasan diatas bahwa shared hosting sangat cocok bagi pemula yang baru memiliki pemahaman mengenai dunia web dan layanan hosting. Dengan menggunakan jenis hosting ini pengguna lebih difokuskan pada pembelajaran mengenai blog ataupun website yang sedang dibangun, namun hal ini hanya sementara waktu karena pengguna harus mengganti layanan ketika sudah mengalami traffic pengunjung. Mengenai administrasi dan pemeliharaan server pengguna tidak perlu memikirkannya lagi karena semuanya sudah diambil ahli oleh penyedia layanan hosting.
  • Sangat Ideal untuk Blog maupun Website Bisnis Skala Kecil

Shared web hosting ini dikatakan sangat ideal untuk pengguna situs blog maupun website bisnis dengan skala yang kecil. Alasannya pertama karena pertimbangan anggaran, hal ini tentu sering terjadi pada seseorang yang memulai bisnis kecil-kecilan dimana untuk mengurangi resiko kerugian yang besar maka seseorang akan lebih menghemat uang terkait anggaran.
Karena shared hosting ini menawarkan layanan dengan harga yang sangat murah maka sangat cocok untuk seseorang yang melakukan bisnis dengan situs blog atau web dengan skala kecil. Lalu alasan yang kedua adalah mengenai pehaman dan kemampuan seseorang dalam mengelola hosting, tentu untuk yang baru terjun di dunia web hosting akan kesulitan untuk menjalankan layanan hosting.
Namun dishared hosting pengguna tidak perlu kesulitan lagi karena semua server akan diambil ahli oleh penyedia layanan hosting tersebut, untuk itu shares hosting sangat ideal bagi pemula blog atau web bisnis kecil.
  • Control Panel yang mudah

Dengan menggunakan shared hosting ini pengguna akan diberi kemudahan dalam hal control panel karena penyedia layanan hosting akan memberika akses yang luas terhadap hal tersebut. Dalam mengelola website atau blog akan lebih mudah lagi karena pengguna sudah memiliki akses control panel, sehingga pengguna akan bisa memanfaatkan banyak fitur yang tersedia misalnya ketika akan mengunggah file ataupun gambar akan lebih lancar dan mudah serta untuk memudahkan pengguna yang ingin melihat statistic apapun yang berkaitan dengan web atau blognya.
  • Email akan masuk pada akun email pengguna

Sudah kita ketahui bahwa penggunaan layanan shared hosting ini adalah dilakukan bersama-sama dengan berbagi server pada pengguna lain. Namun tidak perlu khawatir mengenai email yang dikirim untuk pengguna akan masuk pada email pengguna bukan semua email yang masuk pada layanan server yang sama.

Kekurangan Shared Hosting

  • Area Kontrol Terbatas pada Server

Pengguna pada layanan shared hosting ini hanya memiliki ruang yang sedikit terkait akses ke server sehingga kontrolnya sangat terbatas sekali. Hal ini terjadi karena dalam layanan hosting ini kepemilikan akses penuh hanya dimiliki oleh administrator penyedia layanan hosting, jadi untuk pengelolaan semua akun server diambil ahli juga dan pengguna memiliki akses yang sedikit.
  • Memungkinkan Terjadinya Crash

Sebagaimana telah dijelaskan bahwa jenis layanan shared hosting ini adalah yang menggunakan banyak pengguna di dalam satu server, dengan hal tersebut tentu sudah tidak heran lagi jika sewaktu-waktu akan terjadi crash. Adanya beban yang berat terutama jika sedang ada traffic akan berpengaruh terhadap kinerja situs web atau blog pengguna lainnya dan akhirnya terjadi gangguan layanan atau crash.
  • Keamanan yang kurang

Dalam shared hosting yang memberi ruang yang luas dalam satu server, akan lebih rentan terhadap penyalahgunaan akses atau fitur lainnya yang sangat sensitive. Denga hal tersebut pasti akan banyak memunculkan masalah pada server dan bahkan akan terbuka celah dari keamanan yang dipasang.
  • Penggunaan Sotware lain terbatas

Pengguna shared hosting tidak bisa mendapatkan akses dalam menggunakan atau menjalankan software lain selain yang telah ditawarkan oleh penyedia layanan hosting.
Demikian informasi mengenai shared hosting yang merupakan salah satu layanan hosting paling diminati oleh para pemula. Penjelasan diatas pun juga mengenai kelebihan dan kekurangan yang ada pada layanan shared hosting.